Perjalanan ke negeri Sakura 2025

WINTER DI JEPANG

TAKEN BY DIAHAHAH

Perjalanan ke Negeri Sakura ini menjadi pengalaman pertamaku. Kali ini aku berangkat bersama temanku, Nadira. Liburan ini sebenarnya sudah kami rencanakan sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya.

Kalau dipikir-pikir, sejak lulus kuliah aku dan Nadira memang jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing. Meski begitu, kami tidak pernah kehilangan kontak. Selalu ada saja video TikTok lucu yang wajib kami kirim dan nikmati bersama. Kadang-kadang, kami juga menjalankan “tugas negara” sebagai netizen aktif di Twitter, mengomentari berbagai kejadian yang selalu saja ada gebrakannya.

Hari Pertama – 10 Februari 2025

Kami janjian bertemu langsung di Bandara Soekarno-Hatta. Padahal, saat itu kami sudah sekitar enam bulan tidak bertemu. Tidak ada basa-basi atau drama rindu. Begitu ketemu, langsung berangkat seperti baru bertemu minggu lalu.

Perjalanan kami dipenuhi tawa setiap harinya. Mulai dari bertemu “kereta angker” sampai salah masuk toilet yang hampir saja membuat kami dikira transgender. Untung semuanya berakhir jadi bahan tertawaan.

Pada tanggal 10 Februari, perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Tokyo dengan transit di Singapura. Sayangnya, kami tidak sempat bertemu Syahroni. Eh, tapi sepertinya waktu itu beliau masih sibuk mengurus “Iron Man”-nya.

Awalnya kami sempat berencana keluar bandara untuk jalan-jalan sebentar. Namun, karena waktu transit cukup mepet, akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling di Bandara Changi saja. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Bandara Narita.

Hari Kedua – 11 Februari 2025

Akhirnya kami mendarat di Bandara Narita.

Saat masih berada di dalam pesawat, Jepang terlihat cerah bahkan sedikit terkesan hangat. Namun, begitu pintu pesawat terbuka, hawa sejuk khas musim dingin langsung menyambut kami. Rasanya seperti angin dingin yang menampar pipi, sekaligus menjadi ucapan selamat datang pertama dari Negeri Sakura.

Saat itu juga kami saling berpandangan sambil tersenyum. Dalam hati rasanya sama, “Akhirnya… kami benar-benar sampai di Jepang.”

Hari pertama kami di Jepang langsung diisi dengan membeli Jaket karena Aku tidak membawa jaket yang proper dari Indonesia. Setelahnya, kami mampir di Asakusa dan Sensoji Temple. Jujur saja, Jepang ramai sekali dengan turis-turis.

Hari Ketiga – 12 Februari 2025

Hari ketiga kami puas-puasin main di Disneyland, pertimbangan kenapa Disneyland dan kenapa gak Disneysea. Lebih karena Disneysea hanya ada di Jepang, kata Nadira. hehe

Di perjallanan hari ini kami naik wahana yang cukup memuaskan inner child kami, maklum ya kami ini udah kepala 3.

Siang harinya kami mencari makanan, Namanya Nasi casbah. food court

Karakter Zenitsu Agatsuma Demon Slayer

Zenitsu Agatsuma merupakan salah satu karakter yang ada di serial Anime Demon Slayer, Dia bersama Tanjiro dan Inosuke menjadi Kamaboko Squad. Di dalam serial tersebut Zenitsu berperan sebagai pembasmi iblis yang tidak percaya dengan kemampuannya, bahkan di season 1 banyak yang meremehkan Zenitsu namun di akhir Season Infinity Castle, Dia menunjukan kemampuanya dengan percaya diri. Biasanya saat bertugas, di lapangan membasmi iblis, Zenitsu akan menutup matanya atau sedang tertidur seolah dia dirasuki Hashira wkwk. Tapi ketika memasuki Infinity Castle, justru Zenitsu yang paling cool dan keren di antara para Hashira.

Dari segi psikologi karakter Zenitsu

Zenitsu Agatsuma, ichi no kata

The window seat

When you will go around new place, new destination, new city or new country by aircraft, you may hope to seat at the window seat. you will look out after the stewardess says “… the passenger you will arrive at …. international airport”, immediately you feel enthusiastic. “oh wow eventually i’m here” and can’t wait to explore many things :).

may be you can look first the beauty city first but you will go out the last haha that is called “the price must pay” haha.

But i think the window seat neither the part or slit, it drivers me to think why i’m here at the same time i feel amazed how indulgent i am.

Persimpangan Terakhir

Persimpangan terakhir terkadang kita temukan dalam perjalanan hidup kita, baik itu kita sadari maupun tidak.

“Allah SWT terkadang membantu kita di saat persimpangan terakhir”

Persimpangan terakhir

Ingat kisah Nabi Ibrahim? Ketika beliau ingin dibakar hidup-hidup saat menyadarkan kaum kafir untuk tidak menyembah berhala.

Raja yang berkuasa pada saat itu, Raja Namrud marah dan ingin membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Saat itu nabi Ibrahim masuk ke dalam kobaran Api dan beliau tidak tahu harus berbuat apa dan inilah persimpangan terakhir Nabi Ibrahim.

Saat itu pula Allah SWT memerintahkan Api untuk menjadi dingin dan menjadi penyelamat bagi Nabi Ibrahim.

Allah datang untuk memberikan pertolongan kepada Nabi Ibrahim.

Begitu pun dengan Nabi Ismail. Saat Ibunda Nabi Ismail, Siti Hajar berkeliling bukit Shafa dan bukit Marwah mencari air untuk Nabi Ismail yang saat itu masih bayi.

Selama 7 kali menaiki bukit Shafa dan Marwah, akhirnya malaikat Jibril atas perintah Allah SWT untuk membuatkan kolam kecil yang saat ini kita kenal air zam-zam.

Jika kita bertanya, mengapa harus 7 kali? mungkin jika lebih dari 7 kali, Nabi Ismail akan wafat. Saat itu merupakan simpangan terakhir Nabi Ismail yang akhirnya Allah berikan keajaiban.

Sehingga orang-orang yang bertahan dan sabar hingga persimpangan terakhirnya merupakan orang minoritas. Tidak banyak yang mampu sampai simpangan terakhir mereka.

Terkadang kita merasa kesulitan sekali, lalu kedua kalinya ingin menyerah. Ingin rasanya meninggalkan semua yang telah diperjuangkan, padahal di depan sana Allah SWT telah berjanji akan membantu kita. Allah bersama orang-orang yang sabar

Menjadi orang yang sabar memang tidak mudah. ketika kita beriman kepada Allah dan melibatkanNya, kita akan menemukan jalan baru di persimpangan terakhir kita.

Tetap berjuang dan libatkan Allah SWT

Baca juga:Perjalanan Pendakian Gunung Cikuray 2.821 mdpl

Dibalik Kesuksesan Manchester City

Manchester City merupakan klub sepak bola di liga inggris yang baru saja menjadi mimpi buruk bagi tetangganya, siapa lagi kalau bukan Manchester United (MU) atau biasa dikenal The Red Devils. Mengapa demikian? karena tahun ini Manchester City mampu meraih treble winner yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Celtix, Ajax, PSV, Barcelona, Intermilan, Bayer Munchen dan MU.

UCL winner
Sumber: BBC

Trofi EPL (English Premier League), FA Cup dan terakhir Trofi UCL (UEFA Champion League) untuk pertama kalinya sejak 1880 menjadikan City klub peringkat pertama di dunia. Melihat prestasi sedemikian berkilau tentu banyak bermunculan Cityzens baru, baik memang mengaggumi pencapaian City tersebut maupun fans sebelah yang ingin memanas-manasi MU hehe. Berikut ini alasan mengapa City mampu meraih kesuksesan tersebut.

  1. Pergantian owner. Setelah dibeli oleh ADUG (Abu Dhabi United Groub) tahun 2008 senilai £ 210 juta (dua kali harga beli Jack Grealish wkwk) menjadi titik balik Manchester City yang sebelumnya hanya mampu bermain di liga 2 Inggris hingga akhirnya pada tahun 2011-2012 menjadi juara liga inggris untuk pertama kalinya.
  2. Memiliki platih terbaik sepanjang masa. Joseph Guardiola atau yang sering dipanggil Papah Pep merupakan pelatih yang sukses selama dia melatih klub diantaranya Barcelona, Bayer Munchen dan Manchester City. Pep merupakan juru taktik dan salah satu kunci dari keberhasilan treble winner manchester city. Belakangan ini pep menciptakan formasi 3-2-4-1 dan yang terbaru adalah Jhon Stone sebagai Pivot membuat dia lebih leluasa dengan peran barunya. Semenjak formasi ini, Manchester City tidak pernah terkalahkan.
  3. Tim yang solid dan skill full. Manchester City memiliki squad yang terbilang skill full sehingga tidak hanya bertumpuan pada skill satu individu saja. Halland yang menjadi ujung tombak city terkadang tidak diberikan ruang oleh lawannya tetapi hal ini dapat dipecahkan oleh yang lainnya seperti Bernardo Silva, Gundogan, Rodri, Kevin de Bruyne yang mampu menciptakan gol-gol penetu kemenangan.

Selain tiga alasan tersebut ternyata peran fans juga sangat penting. Cityzens mampu membuat lawan ketar ketir saat bermain di kandang terbukti dari 16 pertandingan, City hanya kalah satu kali dan imbang satu kali. Oleh sebab itu, tahun ini fans goib diperbolehkan untuk bersombong ria.

Peralihan Energi gas menjadi listrik: bagaimana dampak ekonomi dan lingkungan?

Pemerintah mulai gencar mengusung peralihan energi gas menjadi listrik. Peralihan tersebut guna menekan import gas yang mampu menguras APBN sebesar Rp 104 triliun per tahun. Namun terakhir diketahui bahwa selain menekan APBN, usaulan pergantian gas ke listrik dikarenakan adanya oversupply listrik sebesar 6,7 GW yang dihasilkan perusahaan swasta yang memiliki perjanjian take or pay . Dimana jika tidak digunakan, pemerintah wajib menanggung denda kepada perusahaan tersebut.

Disamping latar belakang mengapa pemerintah mengambil keputusan demikian, dari sisi keberlanjutan ekonomi Indonesia, keputusan tersebut perlu diapresiasi karena Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang memadai dibandingkan dengan negara-negara lain yang hanya memiliki lebih dari dua musim. Namun sayangnya, pemenuhan energi listrik di Indonesia masih bersumber lebih dari 50% energi batu bara 143,73 miliar ton yang sudah di eksplorasi. Batu bara merupakan penymbang emisi terbesar sekitar ⅓ dari emisi yang beredar. Hal tersebut membuat pemerintah kembali dihadapkan dengan dilema yang nyata antara keberlangsungan ekonomi dan lingkungan.

Pada laporan Badan Geologi Indonesia tahun 2021 melaporkan sebanyak 143,73 miliar ton batu bara yang tersedia di Indonesia dan cadangan yang belum dieksplorasi sebesar 38,81 miliar ton. Dengan demikian Indonesia dapat dipastikan mampu memenuhi permintaan listrik selama kurang lebih 65 tahun ditambah kualitas batu bara Indonesia paling baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini tentunya akan menarik pasar dunia dan mampu menaikan GDP melalui ekspor. Jika hal ini konsisten maka pada tahun 2050 indonesia menjadi negara GDP terbesar ke 4 akan terwujud.

Melihat gambaran Indonesia yang mampu bangkit pada sektor batu bara, ada beberapa keputusan yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah yaitu aspek lingkungan. Seperti yang disinggung sebelumnya, Jika energi listrik kita masih mengandalkan batu bara maka peralihan gas LPG ke listrik induksi terkesan hanya untuk menyelamatkan pemerintah dari denda oversupply listrik. Karena gas dan batu bara secara berkelanjutan akan menghasilkan emsisi yang cukup besar. Sementara itu negara kita telah berkomitmen untuk berkontribusi pada paris agreement untuk zero emission. Sehingga dilema yang mungkin akan dihadapi pemerintah kedepannya. Mungin beberapa alternatif yang dapat dipertimbangkan, yaitu:

  1. Operasional penambangan batu bara harus menerapkan CCT (Clean Coal Technology) dimana sistem ramah lingkunagan pada kegiatan operasional misalnya mengganti solar ke biomassa hasil limbah pertanian dan perkebunan, Menggunakan panel surya menggunakan teknologi CCT. Sehingga dalam operasional penambangan batu bara menuju zero emission.
  2. Pemerintah dapat menggunakan teknlogi CCS (Capturing Cabon Saving). CCS adalah teknologi yang digunakan untuk menangkap karbon yang ada diudara kemundian dikembalikan kembali ke tanah dan disimpan untuk menjadi fosil kembali. Dalam hal ini, ada satu peluang yang dapat meningkatkan perekomonomian negara indonesia yaitu menjual teknologi CCS tersebut kepada perusahaan-perusahaan yang menghasilkan karbon di semua industri dalam bentuk emiten guna menekan GRK (Gas Rumah Kaca).
  3. Mulai berpindah ke energi terbarukan secara serempak dan berkelanjutan
  4. Percepatan eksplorasi karena harga yang terus fluktuasi dan mempercepat perpindahan ke energi terbarukan